Sunday, January 10, 2010

:: KEBERSIHAN RUH KECANTIKAN ~



Senang berdandan merupakan tabiatnya wanita. Ingin selalu terlihat cantik dan menawan merupakan perkara yang lazim bagi mereka. Tak heran jika berbagai produk kosmetika dan pernak-pernik kecantikan yang menjamur di pasaran laku keras. Namun dalam urusan yang satu ini ada satu asas berhias yang kadang luput dari perhatian.

Asas dimaksud adalah kebersihan. Tidak terlalu berlebihan bila dikatakan: Kebersihan adalah ruh kecantikan. Tidak ada artinya berhias tanpa kebersihan. Sesuatu yang kotor dalam pandangan dan aroma yang tak sedap akan merusakkan kecantikan dan berhias itu sendiri. Karena itu kebersihan merupakan urusan pertama yang harus diperhatikan seorang wanita ketika ia akan berhias dan mempercantik dirinya.

Islam merupakan agama yang memperhatikan kebersihan, karena itu seorang muslimah yang menyandarkan dirinya kepada agama mulia ini selayaknya tidak meremehkan urusan tersebut. Paling tidak, ketika akan melaksanakan shalat lima waktu, seorang muslimah mencuci anggota-anggota wudhunya dengan baik yang berarti akan hilang darinya kotoran dan debu dalam waktu lima kali sehari semalam. Dan tidak ada hal paling besar yang dapat engkau lakukan, wahai muslimah, daripada engkau menjaga kebersihan tubuhmu dan engkau berhias sekaligus, yang dengan begitu engkau akan raih ridha Allah dan ridha suamimu sekaligus.

Air, satu alat berhias

Berbicara kebersihan, sedikit banyak terkait dengan air. Sebagai salah satu nikmat Allah yang agung, air merupakan sumber kehidupan dan juga sumber kebersihan. Bisa dikata, tidak ada satu kehidupan pun yang dapat lepas dari kebutuhan akan air. Dan air juga merupakan alat berhias dan mempercantik diri.

Jika berhias tanpa kebersihan tidak ada faedahnya, lebih-lebih kebersihan dan kecantikan tanpa membasuh diri dengan air, merupakan hal sia-sia. Mengapa demikian? Dengan air akan hilang kotoran yang merusak pandangan atau aroma yang mengganggu penciuman.

Yang dikatakan mandi tidaklah sekedar menuangkan air dalam jumlah yang banyak ke tubuh, namun yang penting bagaimana tubuh dapat mengambil faedah dari air tersebut. Rasul kita yang mulia, Muhammad shallallahu alaihi wasallam, adalah orang yang paling hemat dalam menggunakan air, “walaupun engkau berada di sungai yang airnya melimpah”, begitu kurang lebih nasehatnya kepada shahabatnya untuk hemat memakai air, padahal beliau shallallahu alaihi wasallam adalah manusia yang paling menjaga kebersihan.

Menjadikan air sebagai sarana berbersih diri tidak berarti kita harus memperbanyak mandi dalam sehari, melebihi kebiasaan yang lazim. Bahkan ini merupakan sikap berlebih-lebihan alias pemborosan. Di samping itu, mandi melebihi kebutuhan mengantarkan pada kekeringan dan pecahnya kulit.

Yang hendak ditekankan di sini, adalah mengingatkan agar tidak melupakan air, yang dengannya kulit akan kembali kepada keadaannya yang normal setelah sebelumnya merasakan panas, ditempeli oleh kotoran, debu dan aroma keringat yang tidak sedap.

Menghilangkan Bau keringat

Tubuh yang selalu berkeringat biasanya meninggalkan aroma yang tidak sedap. Dan ini jelas mengganggu penampilan dan kecantikan serta mengurangi kepercayaan diri. Perlu diketahui, fungsi keringat yang utama adalah menahan bertambahnya panas tubuh dari keadaannya yang normal/wajar, dan keringat ini pada asalnya saat dikeluarkan oleh tubuh tidaklah disertai dengan bau tak sedap. Tentu saja selama tubuh tersebut sehat dan bersih.

Adapun aroma tak sedap yang ‘dihasilkan’ keringat, itu disebabkan karena tidak bersihnya bagian tubuh yang menjadi tempat keluarnya keringat, khususnya daerah lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak. Tempat yang lembab dan kotor tadi mengundang kehadiran bakteri, yang pada akhirnya dia ‘berkarya’ sehingga keluarlah dari tubuh aroma tak sedap dan muncullah istilah BBM (bau badan menyengat).

Dari sini, sepantasnya mereka yang bau tubuhnya tak sedap untuk segera menghilangkan penyebabnya yang telah disebutkan di atas, dan tidak sekedar mengeringkan keringat yang keluar ataupun sekedar menaburkan bedak dan menyemprotkan wangi-wangian ke daerah badan yang bau.

Ketahuilah, cara yang paling efektif menghilangkan bau keringat adalah dengan menggunakan air. Karena air merupakan wangi-wangian yang paling baik. Gunakan air beberapa kali untuk membersihkan sumber bau dari tubuh. Ketika mandi, jangan lupa menggosok daerah lipatan tubuh khususnya ketiak dan mencurahkan air secara langsung ke daerah tersebut. Akan bermanfaat pula, jika daerah bawah ketiak diolesi separuh jeruk nipis yang telah diperas. Insya Allah, kita akan merasakan hasilnya.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan, jangan biarkan rambut ketiak tumbuh memanjang. Bahkan harus segera dihilangkan, karena rambut inilah yang juga memicu timbulnya bau. Hindari mengkonsumsi bawang dalam keadaan mentah karena bawang termasuk jenis makanan yang merangsang bau badan.

Pembaca muslimah yang baik…Bila ingin diterima dengan baik oleh lingkunganmu, selain harus berhias dengan akhlak seorang muslimah, engkau juga jangan bersikap masa bodoh terhadap kebersihan tubuhmu dan jangan cuek dengan aroma tidak sedap yang engkau keluarkan. Perhatikan keberadaan dirimu, apalagi bila engkau telah memiliki suami. Jaga penciumannya darimu, jangan sampai dia mencium darimu kecuali aroma yang wangi dan memikat.

Demikian dariku untukmu…. Semoga memberi manfaat

(Disusun oleh Ummu Ishaq Zulfa Husein dari bacaan: “Asrarul Jamal waz Zinah lil Mar’ah Al Muslimah”, karya Ummu Nurani).Asysyariah.com

Thursday, November 19, 2009

:: Senyuman Rasulullah Banyak Bantu Misi Dakwah


BUKAN sukar untuk menghadiahkan senyuman tetapi kita sendiri menyukarkan senyuman itu terpamer di wajah. Hati mana tidak tenang apabila sedang dalam kekusutan, masih lagi boleh tersenyum kepada rakan. Senyuman itu adalah ciptaan indah Allah SWT, malah senyuman juga adalah kuntuman indah yang sentiasa dipersembahkan Rasulullah SAW, manusia sempurna yang patut diteladani segala sifat, sikap dan tingkah lakunya.

Ada beberapa hal menarik pada diri Baginda SAW yang jarang diungkapkan ramai iaitu mengenai senyumnya. Sepintas lalu, hal itu mungkin nampak kecil dan tidak bererti tetapi apabila dikaji, sebenarnya senyuman Rasulullah SAW memberi impak positif yang sungguh luar biasa. Hikmahnya, banyak kejayaan Rasulullah SAW dalam misinya sebagai penyebar risalah tauhid disebabkan oleh senyuman dan keramahan Baginda.

Disebabkan itu, Rasulullah SAW dapat mempengaruhi orang ramai sehinggakan Baginda dicintai dan disegani kawan, juga lawan. Sahabat adalah saksi kehidupan Rasulullah SAW yang penuh dengan senyuman. Antara sahabat besar yang pernah menceritakan betapa indahnya senyuman Rasulullah SAW ialah Saidina Umar. Kata Saidina Umar,

“Rasulullah SAW tersenyum dan Baginda adalah orang yang paling bagus giginya.”
(Hadis diriwayatkan Ibnu Hibban)

Seorang lagi sahabat Rasulullah SAW, Abdullah bin Al-Harist menyatakan,

“Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW."
(Hadis riwayat At-Tirmizi)

Cucu kesayangan Baginda SAW, Saidina Husein juga ada menggambarkan bagaimana sikap Rasulullah mana direkodkan oleh Imam At-Tirmizi, beliau berkata,

“Aku bertanya kepada ayahku (Saidina Ali) mengenai adab dan etika Rasulullah SAW terhadap orang yang bergaul dengan Baginda. Ayahku mengatakan: Baginda senantiasa tersenyum, budi pekerti lagi rendah hati, Baginda bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan sentiasa puas.”

Rasulullah SAW walaupun dalam keadaan marah, tetap mempamerkan senyumannya hatta kepada orang yang tidak disukai. Perkara itu pernah direkodkan Imam Bukhari disebutkan bahawa Saiditina Aisyah berkata:

“Ada seorang lelaki yang meminta izin untuk bertemu dengan Rasulullah SAW. Ketika Baginda melihat orang itu dari jauh, maka Baginda bersabda: Dia adalah seburuk-buruk saudara dan anak dalam kerabat. Namun ketika orang (Uyainah) itu sudah duduk, Baginda memberikan senyuman di wajah dan menerima dengan baik hati kedatangan orang itu. Ketika orang itu sudah pergi, Aisyah berkata kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah, ketika kau melihat orang itu tadi dari jauh engkau berkata begini dan begitu. Tapi kemudian engkau berwajah ceria setelah berada di hadapannya dan menerima kedatangannya dengan baik hati. Kemudian Rasulullah bersabda: Wahai Aisyah, bilakah engkau melihatku berbuat tidak baik?”

Imam al-Khataby ketika mensyarahkan hadis itu berkata, “Hadis ini dilihat dari sudut adab dan ilmu". Ucapan Rasulullah SAW mengenai diri Uyainah sesuatu gambaran yang tidak disukainya secara jelas disebut Ghibah. Ghibah berlaku di antara sebahagian orang dari umat Islam terhadap sebahagian yang lain. Namun, perlakuan Baginda adalah menjelaskan dan mengungkapkannya dalam bentuk nasihat dan kasih sayang terhadap umatnya.

Kerana Baginda sudah dianugerahi sifat kemurahan hati dan akhlak yang baik, maka Baginda memperlihatkan wajah berseri dan tidak menghadapi kesukaran berhadapan orang tidak disukainya. Baginda bertindak sebegitu supaya umat Islam meniru perbuatan Baginda, supaya dapat dihindari keburukan yang boleh menimpa umatnya dan mereka boleh selamat daripada kejahatan dan tipu daya.

Begitu indah akhlak Rasulullah SAW, walaupun seseorang itu tidak disukai, Baginda tetap mempamerkan senyuman dan menyambut kedatangan Uyainah dengan ceria. Sebagai umatnya yang mengaku bahawa Baginda adalah sebaik-baik manusia dan seorang nabi dan rasul, tidakkah kita malu kerana tidak mengikut perbuatan Baginda yang sentiasa menghadiahkan senyuman kepada orang ramai.

Sesungguhnya beruntunglah mereka yang mengikuti perbuatan Rasulullah kerana harga senyuman tidak ternilai dengan wang ringgit. Ketegasan Baginda juga dapat dilihat dalam hadis diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim mengenai wanita dari kabilah Makhzumiyah yang mencuri. Kaum Quraisy bingung dengan permasalahan itu kerana mereka tahu hukuman pencuri mengikut undang-undang Islam ialah dipotong tangan (mengikut syarat ditetapkan).

Mereka bertanyakan kepada sesiapa yang berani berjumpa Rasulullah SAW memohon melepaskan wanita itu. Usamah disarankan bertemu Rasulullah SAW kerana Rasulullah menyayangi Usamah. Maka Usamah pergi dan berbicara kepada Rasulullah SAW untuk minta pembelaan atas wanita itu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda:

“Jadi kamu ingin memohon syafaat (pembelaan) terhadap salah satu dari hukum Allah?"

Setelah mengucapkan ayat itu, Baginda berdiri dan berkhutbah:

“Wahai manusia! Sesungguhnya yang menyebabkan binasanya umat sebelum kalian ialah apabila mereka mendapati ada orang mulia yang mencuri, mereka membiarkannya. Tetapi apabila mereka mendapati orang lemah di antara mereka yang mencuri, mereka akan menjatuhkan hukuman kepadanya. Demi Allah! Jika Fatimah binti Muhammad yang mencuri, nescaya aku akan memotong tangannya”.

Oleh itu, marilah kita menjadikan senyuman dan ketegasan Rasulullah SAW sebagai panduan dan pada masa sama menilai hikmah di sebaliknya. Senyumlah, kerana senyuman tidak pernah mengurangkan rezeki sesiapa, malah dengan senyuman hati berasa tenang dan sentiasa disenangi orang lain. Sementara bertegaslah dalam keadaan perlu supaya agama tidak diperkotak-katikkan.

sumber-www.iluvislam.com ~

Monday, November 16, 2009

:: khas buat ukhti2 tersayang ^^v



bismillahirrahmanirrahim...

khas buat ukhti2 tersayang khususnya housemate2 ana.. ana tujukan video ini khas buat antunna
sekalian.. dan khas juga buat ukhti2 yang berada di sem 7 sekarang.. selamat menjalani praktikum ya =) ana sayang antunna
sekalian !! ^^ hope kenangan2 yang telah kita lalui bersama sentiasa segar d ingatan antunna sekalian insyaALLAH.. dan ingatlah kami, adik2 yang masih lagi berada d sini ya .. ^^v moga ukhuwwah yang terjalin mendapat barokah daripada Yang Maha Esa insyaALLAH.. amin ya ALLAH..

Wednesday, October 28, 2009

:: menjelang final exam~

bismillahirrahmanirrahim~

alhmdulillah, syukur pd Ilahi kerana dengan limpah kurniaNya diri ini masih lagi sihat walafiat. diri ini juga berharap yang keluarga tercinta yang berada di kampung sana juga insyaALLAH sihat walafiat dan sentiasa berada di bawah lembayung rahmatNya.. amin ya ALLAH~

rasanya xde mOod sangat nak coret panjang-panjang entri ana pada kali ini.. cukuplah sekadar ana memasukkan peristiwa yang berlaku semenjak dua menjak neh.. ya ALLAH, ana memang terkesan dengan apa yang menimpa ke atas adik usrah ana.. sedih ana apabila terkenangkan adik wan aini.. hampir sebulan terlantar sakit.. disebabkan oleh penyakit yang berkaitan dengan tikus.. ana pun kurang pasti apa jenis penyakitnya. tapi yang pasti telah membuatkan adik wan aini hampir-hampir nazak pada beberapa minggu yang lepas.. ya ALLAH.. sedih datang mengintai diri tatkala dikhabarkan pula oleh teman rapatnya yang mengkhabarkan berita terbaru tetantang adik wan aini kepada ana semalam .. apa beritanya??? ana terkejut dan kaku seketika apabila dikhabarkan yang kedua-dua belah tangan dan kedua-dua belah kaki adik wan aini akan dipotong hari ini!!! ya ALLAH... terasa diri ini lemah sangat.. ya ALLAH, Engkau berikanlah kemudahan kepada apa yang bakal adik wan aini hadapi selepas ini ya ALLAH.. Engkau titipkanlah ketabahan dan kekuatan ke dalam diri adik wan aini ya ALLAH.. ya ALLAH, Engkau kurniakanlah rahmat dan inayahMu kepada dia ya ALLAH.. amin~ ana tahu, adik wan aini memang kuat.. dan harap ana sempat untuk menziarahi adik wan aini ketika ana pulang ke kampung sebelum hari raya Aidhil Adha nanti insyaALLAH..

final exam bakal menjengah minggu depan.. ~ ana harap ana dapat buat yang terbaik untuk final exam bagi semester ini insyaALLAH.. dan ana juga doakan buat sahabat/sahabiah sekalian yang juga bakal menduduki final exam untuk semester ini.. buat yang terbaik !!:) all da bez ya :) bittauFiQ wa najah fil iMtihan insyaALLAH..

sekian saja entri ana pada kali ini.. ilalliQa' insyaALLAH~